Cari Lokasi Strategis, Bikin 79 Gerobak Angkringan
10 Jun 2011 Setelah mengikuti pelatihan CiputraEntrepreneurship Center 2009,
Dalyono mengembangkanwirausahanya Balikan ia mendirikanpusat pelatihan untuk pemuda desa
Bagaimana kisah dia selanjutnya?
Penulis YERIVLORIDA (reporter Indo Pos)
KREATIVITAS DaJyono tiada hentinya. Tidak hanya melakukan inovasi dengan membuat meubel bermotif batik, ia juga aktif sosial. Membangun desa dengan program social entrepreneur yang gencar dilakukannya Harapannya untuk membantu pemuda desa untuk lepas dari pengangguran dilakuan Dalyono membuka pusat pelatihan. Yakni mendirikan jenis Lembaga Pelatihan Khusus (LPK) Mataram Center.
Ia juga mendirikan lima lembaga yang saya dirikan salah satu cara untuk mengenjot kemampuan jiwa entrepreneur dalam diri sendiri. Yakni jenis lembaga keuangan micro Putra Mataram. Lembaga Pelatihan Khusus (LPK) Mataram Center yang membidangiseni kriya. Mataram Keris sebagai sentra pembuatan asesoris. Abdi Mataram dan Mataram Kasongan untuk pembuatan gerabah dan kerajinan.
Dalyono mampu mencetak peluang usaha yang menyerap banyak tenaga anak muda desa putus sekolah. Hasilnya sejak 2010 lalu didirikan LPK Mataram Center mampu meluluskan 80 orang. Banyak pemuda yang ikut merupakan anak putus sekolah. "Siswa yang bergabung sistem dibuat paket selama tiga bulan," jelasnya
Usia putus sekolah menurutnya, dialami anak muda di kampung. Penyebabnya kemiskinan dan .ih 11, ii in .i mendorong terjadinya urbanisasi pemuda desa ke kota Di desa yang tinggal hanya orang tua saja dan menyebabkan produktifitas terus menurun.
Sebab itu pada 20 LO lalu Dalyono berusaha membantu pemuda desa dan melatihnya berbisnis menambah bekal kemapanan. Ia membantu dengan membuat gerobak untuk berjualan angkringan jajanan kali lima Untuk membuat itu Dalyono mengolah limbah kayu mebel membuat gerobak angkringaa Jumlahnya terus bertambah bahkan hingga hingga kini gerobak angkringan mencapai 79 unit PADAT KARYA Oalvono membuat 79 aerobak anakrlnaan untuk membuka lapanqan kerja ba
Bagi pemuda yang ingin mendapatkan keuntungan dengan berdagang dapat menyewa gerobak senilai Rp 5.000 per hari. Membantu mencarikan lokasi strategis untuk mendirikan usaha angkringan yang menjajakan makanan penganjal perui
Dijelaskannya, setiap penyewa dapat mulai aktifitas berjualan usai magrib sampai menjelang tengah malam. Untuk tem-pat jualan kata Daryono dapat dilakukan di pusat keramaian. Pasar yang memiliki fasilitas umum. Para pedagang juga dibina untuk melakukan pengemasan produk. Sedangkan untuk pasokan makanan yang sudah jadi siap dipasarkan. Ada nasi kucing, gorengan tempe dan tahu serta minuman jahe. "Cara mendapatkannya tidaklah sulit asalkan kerja keras dan mau belajar tanpa mengenal usia," ujarnya Untuk menjadi entrepreneur itu ti-dakdalah susah. Tidak usah terlalu muluk-muluk muluk menafsirkan kewirausahaan. Tidak hanya ditunjang keahlian, pengetahuan dengan pelatihan sagat menjadi modal.
Tekad kerja keras untuk bangkit dari kemiskinan menjadi modal yang tidak bisa ditawar. Hingga saya pun begitu mencintai wirausaha. Bila sudah mencintainya saya pun sulit menolak jika mewujudkan gagasan dalam bentuk karya-karya baru.
Bagi Dalyono, dirinya ingin berbagi kebahagian untuk teman sekampung. Memberikan pengalamannya agar pemuda desa menjadi mapan dengan berwirausaha Ia ingin membuakan, bahwa potensi desa bisa dikembangkan tanpa harus jauh-jauh ke kota Jakarta. "Mengolah sumber daya manusia dan potensi desa yang ada bisa dilakukan sejak masih muda

meubel bermotif batik & mendirikan LPK guna mengurangi pengangguran
BalasHapus[kreativ-inovatif]sangat inspiratif,
Salam 3jari,Sir!!!